Total Tayangan Halaman

Selasa, 26 Februari 2013

Perempuan, Bukan Jajanan di Pinggir Jalan, Tapi Mutiara di Tengah Lautan



#Tulisan ini didedikasikan untuk para perempuan yang terjun dalam ranah keilmuwan dan publik

Ketika pertama kali mendengar kata perempuan, kira-kira apa yang langsung terpikir di benak saudara-saudari? Saat saya tanyakan hal yang sama kepada hadirin pada saat saya mengisi kajian di kajian Muslimah FTP (ini terpaksa, karena kemuslimahan tidak menghub pemateri lain ^_^’)  ada  yang menjawab ibu, merpati dan bunga. Saya tanya alasan masing-masing kenapa jawabannya bisa begitu. Ibu, tentunya sebagai seorang perempuan, kita semua akan menjadi ibu –dengan kehendak Allah tentunya-, merpati (ini jawaban sayup-sayup, dan yang jawab malu-malu menjelaskan) tapi mungkin merpati = malu-malu. Heheh...... dan terakhir bunga. bunga itu indah, bukan dilihat dari bunga yang gampang dipetik, tapi sekali lagi bunga itu indah, identik dengan keindahan wanita. Dan ketika hal yang sama pula saya tanyakan kepada pendamping ikhwan (cowok) di beasiswa saya, beliau menjawab perempuan adalah madrasah.
Jawaban apapun dan yang muncul dari siapapun saya rasa akan terlontar inti jawaban yang sama, wanita itu mulia. Tapi sayang statement ini tidaklah abadi sepanjang zaman. Dalam perjalanan masa, wanita pernah diletakkan di berbagai posisi yang terhina, dari majalah Sabili edisi 23/Th/17, dimuatl di lembar Khaanah pernah disebutkan beberapa kondisi wanita di suatu zaman, seperti :

Perempuan dalam pandangan Yunani
Bangsa ini terkenal memiliki peradaban dan kebudayaan yang maju pada masanya. Sayangnya, sejumlah fakta mengungkap bahwa perempuan pada sistem kemasyarakatan bangsa Yunani, tak memiliki tempat yang layak. Bahkan kaum lelaki saat itu mempercayai bahwa perempuan merupakan sumber penyakit dan bencana. Sehingga mereka memosisikan perempuan sebagai makhluk yang rendah. Ini bisa dilihat ketika para lelaki menerima tamu, para perempuan saat itu hanya dijadikan pelayan dan budak semata. Bahkan, perempuan tak boleh disejajarkan dalam satu meja makan dengan kaum pria.

Perempuan pada masyarakat Romawi
Kaum lelaki pada masa itu, memiliki hak mutlak terhadap keluarganya. Ia bebas melakukan apa saja terhadap istrinya, bahkan diperbolehkan membunuh istri mereka dalam keadaan tertentu. Meski peradaban Romawi mengalami perkembangan, namun tetap saja perempuan berada dalam posisi yang hina; sebagai pemuas nafsu lelaki saja. Meski perempuan mendapatkan kebebasan, bentuknya hanya sebatas bebas menikah dengan lelaki mana saja. Tak pelak bila perceraian pada masa itu jumlahnya sangat besar, ditemukan dalam banyak kasus penyebabnya sangat sepele.
Sebuah fakta terungkap oleh Kardinal Gerum (340420M) bahwa ada seorang perempuan yang tanpa merasa berdosa dan malu telah menikah untuk ke-23 kalinya. Di saat yang sama, ia menjadi istri ke-21 dari suaminya yang terakhir.

Peradaban Persia memandang perempuan
Persia merupakan koloni yang menetapkan hukum dan sistem sosial bagi wilayah jajahannya. Sayangnya, hukum yang mereka terapkan, tak memberikan keadilan bagi perempuan. Bila ada perempuan yang melakukan kesalahan –meskipun kecil- akan dihukum dengan berat. Bahkan bila ia mengulangi kesalahannya, tak segan hukuman mati akan dijatuhkan. 

Perempuan di masyarakat India
Meski dikenal dengan ilmu pengetahuan dan kebudayaannya, peradaban India menempatkan kaum perempuan pada derajat kehinaan. Pada umumnya, masyarakat India mempercayai bahwa perempuan merupakan sumber dosa, kerusakan akhlak dan pangkal kehancuran jiwa. Sehingga mereka tak memiliki hak-hak kebendaan dan warisan. Bahkan hak hidup mereka juga dicabut ketika suami mereka meninggal. Setiap perempuan harus dibakar hidup-hidup bersama mayat suaminya.

Bagaimana Yahudi memperlakukan perempuan?
Pada bangsa Yahudi, perempuan selayaknya komoditas yang bisa diperjual-belikan di pasar. Sehingga, posisi kaum perempuan saat itu hanya sebatas pemuas nafsu kaum lelaki saja. Tak heran bila saat itu, merebak praktik pelacuran di tengah masyarakat. Lebih sesat lagi, masyarakat Yahudi kerap membalut praktik pelacuran dengan topeng ibadah. Mereka melakukan perzinahan di rumah ibadah dengan dalih untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kedudukan perempuan pada Umat Kristen
Tak berbeda dengan peradaban lainnya. Pada zaman ini, syariat Nasrani telah diselewengkan sehingga mendudukkan perempuan dalam kerendahan dan tak sesuai dengan fitrahnya. Penyimpangan ini juga diafirmasi dengan pandangan bahwa perempuan merupakan sumber dosa dan kemaksiatan yang menyebabkan lelaki terjerumus dalam kedurhakaan. Menurut salah seorang pemimpin Kristen, Paus Tertulianus mengatakan, “Wanita adalah pintu masuknya setan ke dalam jiwa manusia. Dialah (Hawa) yang telah mendorong seorang (Adam) mendekati pohon larangan, perusak aturan Allah dan membuat buruk citra lelaki.”

Perempuan pada masyarakat Arab jahiliyah
Sebelum Islam bersinar terang di masyarakat Arab, kondisi serupa juga menimpa kaum perempuan di masyarakat Arab. Mereka tak mendapatkan hak apa pun. Seperti hak waris yang hanya diperoleh bagi kaum lelaki. Dalam tradisi, yang berhak mendapatkan harta warisan hanyalah mereka yang sanggu berperang dan mampu melindungi anak-anaknya dari perang.
Bentuk perilaku rendah lainnya, yakni dalam hal pernikahan. Dalam masyarakat Arab dikenal beberapa jenis pernikahan yang merendahkan kaum perempuan. Pertama, seorang suami bisa menyuruh istrinya untuk bergaul dengan lelaki lain. Hingga kehamilan terjadi dari hubungan itu, baru suaminya bisa kembali menggauli istrinya. Ini bertujuan agar mendapatkan anak dari bibit yang unggul.

Bagaimanapun juga dalam sejarah, wanita pernah diletakkan pada posisi yang tidak mulia, namun masalah ini tidak terjadi saat Islam sudah menyentuh bagian-bagian masyarakat di bumi ini. Ketika Islam datang, segala bentuk kezaliman telah dihapusakan dari para perempuan, dan Islam mengembalikan kedudukannya, dan menjadikan mereka menjadi mitra lelaki yang beredudukan sejajar dalam urusan pahala, siksa, dan semua hak, kecuali perkara yang memang dikhususkan untuk wanita. Inilah perbedaan Islam dengan agama yang lain. Allah berfirman :

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Nahl: 97)
Ayat ini menjelaskan bahwa kedudukan antara lelaki dan perempuan adalah sama. Allah tidak membedakan saat memberi balasan atas amal yang hamba-Nya lakukan, dan yang membedakan adalah tingkat ketaqwaan mereka. Bahkan dalam Islam, wanita diposisikan dalam tempat yang mulia. Tidak ada hukum mewariska perempuan di dalam Islam seperti yang ada di agama-agama yang lain.

Demikian kedudukan wanita di dalam Islam, oleh karena itu perempuan mempunyai hak yang sama untuk mengembangkan kemampuan dalam hal keilmuwan dan ranah publik. Sebagai seorang perempuan, wajib pulalah baginya untuk bisa menjadi seorang muslimah yang cerdas, bahkan data statistik yang baru-baru ini dirilis UNESCO menunjukkan, jumlah lulusan sarjana di bidang ilmu pengetahuan ternyata relatif lebih banyak dari kalangan perempuan Muslim dibandingkan dengan kalangan perempuan Barat. Namun, media Barat pada umumnya, sangat jarang  mengulas tentang keberhasilan dan pretasi-prestasi positif yang diraih para Muslimah.

Pertanyaannya adalah, apa saja kontribusi yang bisa kita berikan dalam bidang keilmuwan untuk asyarakat ?
1.       Menyampaikan ilmu dan kebaikan kepada orang lain.
Bunda adalah madrasah bagi anak-anaknya, ataupun seorang wanita bisa menjadi guru bagi lingkungannya, oleh karena itu jadilah wanita yang cerdas, agar saat kita menyampaikanilmu untuk orang lain,maka ilmu itu adalah ilmu yang berkualitas dan bermanfaat. Yang sangat menginspirasi dalam hal ini adalah bunda kita Aisyah ra. Diriwiyatkan oleh Urwah bin Zubair : “aku tidak pernah melihat orang yang lebih banyak ilmunya dari aisyah ra. dalam hal pemahaman masalah agama, kedokteran dan puisi”
2.       Berkhidmah dengan profesi dan keilmuwan untuk kemajuan masyarakat
“Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Thabrani dan Daruquthni). Tentunya sebagai seorang wanita pastilah kita ingin berkontribusi dalam nasehat yang disampaikan oleh junjungan kita, Rasulullah Muhammad SAW. Tidak perlu kita berpikir hal besar yang bermanfaat untuk orang lain, Nabi Muhammad pernah menasehatkan bahwa mengambil duri/jarum ditengah jalanpun sudah termasuk hal yang bermanfaat. Mungkin juga dengan hal yang simple untuk sekitar kita, seperti mengajak shalat teman ketika adzan berkumandang, atau mungkin ketika nanti kita sudah mempunyai profesi sebagai muslimah karier, kita bisa mengabdikan posisi kita untuk umat, yang penting bermanfaat untuk umat ah ya?
3.       Peduli dengan problem-problem pokok masyarakat terdekat
Untuk yang satu ini saya no comment dah, cukup saya lampirkan video mengenang  bunda yoyoh Yusroh bisa merepresentasikan peran Muslimah masa kini.
 

4.       Mengukir tinta emas dalam kehidupannya
Jadilah muslimah teladan, saudari perempuan tauladan, teman tauladan, anak tauladan, ibu tauladan istri tauladan, tetangga tauladan dll. Ketika Allah mengambil nyawa kita, jangan biarkan yang tersisa dari kita hanyalah nama , tanggal lahir dan tanggal wafat. Mari kita menjadi pribadi muslimah yang dapat dijadikan inspirasi bagi muslimah yang lain. Ingat, salah satu amal jariyah adalah ilmu yang bermanfaat yang kita sampaikan untuk oranga lain.

Berikut contoh muslimah muslimah super jaman dahulu yang patut kita contoh sekarang :
Di sektor perniagaan, terdapat figur sayyidah Khadijah ra., perempuan karir pertama kali dalam sejarah Islam.
Di dalam sektor industri terdapat figur Ummul-Mukminin Zainab binti Zahsy yang tercatat sebagai perempuan yang menghasilkan barang-barang keterampilan tangan.
Pada sektor pertanian, terdapat figur Asma’ binti Abu Bakar.
Pada sektor peperangan di jalan Allah SWT sahabat Anas bin Malik menceritakan :
“Aku telah melihat Aisyah binti Abu Bakar dan Ummu Sulaim saat keduanya menyingsingkan lengan bajunya dan aku melihat gelang di kedua kakinya. Keduanya menaikkan kantong air ke atas punggung mereka dan meminumkannya ke mulut para pasukan kemudian keduanya kembali lagi untuk mengisi kantong air dan meminumkannya ke mulut para pasukan.” (HR Bukhari).

Apapun dan siapapun kita nanti, kita tetaplah muslimah. Dan kata Dian Sastrowardoyo, aktris, bunda satu anak, ”IBU-IBU CERDAS akan menghasilkan menghasilkan ANAK-ANAK CERDAS”

Bersiap jadi bunda .... ^_^



Jumat, 08 Februari 2013

episode kehidupan

#salah satu episode PKL PPKKI Jenggawah Jember

Sore yang banjir ditambah hujan deras di jenggawah,
Seusai makan mie ayam, saya mampir ke Indo**ret bersama teman-teman, setelah selesai“membajak” Indo**ret (karena kita masuk dalam keadaan basah kuyup), saya menunggu di luar karena teman yang lain belum selesai belanja. Tiba-tiba datang seorang bapak memakai baju kuniing, seragam salah satu penjual es krim cam*ina keliling, beliau datang menaiki sepeda pancal. Setelah parkir, beliau kemudian menuju pintu Indo**ret, sebelumnya beliau ijin ke petugas Indo**ret dari luar seraya berkata “Mbak, boleh masuk?, saya basah kuyup”, dengan senyum khas petugas Indo**ret, mbak-mbak itu mengiyakan. saya cuek sebenarnya dengan kejadian itu, tapi yang membuat saya tak bisa menahan rasa haru adalah, bapak itu keluar dari Indo**ret dengan bergegas dan hanya membeli 1 barang, SUSU SGM, Allah ..... di tengah hujan deras dengan banjir yang terus meninggi bapak itu rela berhujan-hujan tanpa mengenakan payung apalagi jas hujan dengan menggunakan sepeda pancal membeli susu, demi sang anak –mungkin-.

#bapak, maafkan anakmu yang belum bisa membalas apapun untuk semua jasamu

Rabu, 14 November 2012

masih sama seperti kemarin, dari jam 6 pagi hingga sekarang (13.20 WIB), saja di kampus. jam 6 pagi rapat agenda A, jam 8 pagi Rapat agenda B, jam 12.30 ada Rapat agenda C, masih ada rentetan yang harus jaga lab, ngasih makan tikus (kalo yang ini bukan melihara beneran, tapi untuk hewan percobaan praktikum Evaluasi Gizi Pangan Lanjut) nanti malam masih ada diklat.
wow, apakah saya kelihatan mengeluh???, mungkin ya, tapi ketika keluhan itu sudah berada di ujung lidah, dengan sangat tiba-tiba (cling!!!) saya teringat salah satu lagu semangat yang dilantunkan oleh Soutul Harokah, Bingkai Kehidupan. check it out :

SETIAP TETES PELUH DAN DARAH
TAK AKAN SIRNA DI TELAN MASA
SEGORES LUKA DI JALAN ALLAH
KAN MENJADI SAKSI PENGORBANAN

Hal yang paling saya takuti adalah, ketika segala amal yang saya lakukan, entah itu praktikum, kuliah, arisan, ngasih makan tikus (lagi), makan, minum, rapat, rapat dan rapat serta agenda lainnya menjadi hal yang tidak bernilai, takut apabila yang kita lakukan hanya menjadi uap yang hilang melayang begitu saja. kita merasa letih fisik, capek hati, emosi jiwa namun ternyata apa yang kita lakukan tidak memberikan sumbangan terhadap celengan untuk kehiduan akhirat nanti.

teringat kata-kata Khalifah Umar Bin Al Khatab bahwa, "jika suatu kebaikan mendatangkan kelelahan, maka lelah itu akan hilang dan baiknya yang akan kekal, dan jika suatu maksiat akan mendatangkan kesenangan maka kesenangan itu akan hilang dan dosanya yang akan kekal". pun beliau juga pernah berkata tentang waktu-waktu kita, "jika waktumu tidak diisi dengan kebaikan, maka niscaya waktumu akan diisi
oleh keburukan"

oleh karena itu, ketika di malam hari ketika saya mulai meng-off-kan agenda kita, kadang saya bertanya, apakah keletihan ini bernilai di mata ALLAH atau hanya menjadi pasir yang nantinya memnuhi kantong-kantong kehiduoan kita, hanya terasa berat namun tak bernilai.

pernah suatu saat ketika saya bangun tidur, saya langsung bercermin dan menanyakan pada diri saya sendiri, apa yang kau inginkan hari ini??? maka kadang pertanyaan muhasabah menjadi perlu untuk terus kita ngiangkan di hati kita masing-masing.

capek pasti, lelah iya namun MENYERAH yang jangan sampai menjangkit jiwa kita.

SEMANGAT BINGKAI KEHIDUPAN.

STA.
Bismillah,
orang cerdas harus menulis, dan saya ingin menjadi orang cerdas.

jam 20.00, saya baru saja pulang dari kampus setelah jam 6 pagi tadi hanya berkutat di kampus saja. Baru saja ada kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1434 H yang diadakan oleh teman panitia yang dipunggawai FORKITA. acara yang luar biasa, karena memang acara ini disetir langsung oleh anak-anak 2012 yang notabene mereka adalah mahasiswa baru di FTP UB. Acara yang sangat luar biasa, terlepas dari kekurangan apapun yang telah terjadi. Bukankah mereka adalah teman-teman yang masih awam terkait dunia kepanitiaan kampus??? tapi bukan masalah keahlian mereka untuk mengelola acara, tapi semangat mereka untuk mensyiarkan Islam yang sangat perlu diapresiasi.
dengan tema SEMANGAT PERUBAHAN, acara ini berjalan dengan atmosfer penuh antusiasme, saling menghargai, mendukung dan yang penting adalah ukhuwah. mungkin ini adalah tujuan utama dari terbentuknya acara ini, ukhuwah yang terbangun di antara kita.
berharap dan semoga kita tetap di jadikan satu barisan di garis kebaikan, tak lepas karena kita adalah kader-kader kebaikan yang sedang berjuang di medan hutan belantara yang bernama KAMPUS.

walau mata ini sudah eggan untuk terbuka, tapi kupaksakan tangan ini untuk menyapa tuts di keyboard dan meminta tolong padanya untuk menyampaikan, saya cinta kalian semua, ALL, karena ALLAH.

Rabu, 05 September 2012

Shadaqah => Subhanallah ..




Usaha, doa, Yakin dan tawakal merupakan rangkaian yang tak terpisahkan ketika kita menginginkan sesuatu. Kadang bahkan ketika kita merasa usaha kita tak menjangkau apa yang diinginkan, maka masih ada 3 tahap selanjutnya yang masih bisa memungkinkan apa yang kita inginkan terwujud. Seperti yang saya alami di awal semester V saya kuliah ini.
Boleh berbagi pengalaman sedikit mungkin ya ... ^_^.
Di semester ini, saya mulai diijinkan membawa kendaraan (sepesa mototr) sendiri, saya ngeyel membawa sepeda motor karena di semester ini selain kesibukan kuliah dan praktikum, saya juga mulai disibukkan lagi dengan rutinitas belajar privat dibeberapa tempat yang lumayan jauh letaknya dari kampus dan dari asrama (kebetulan saya tinggal di asrama Beastudi ETOS Malang, Dompet Dhuafa). Sehingga dengan membawa motor sendiri saya rasa akan lebih mengirit pengeluaran saya untuk transportasi kesana. Semester V ini dimulai 2 pekan setelah lebaran hari raya ‘Ied Fitri kemarin. Ketika saya kembali ke kampus, saya hanya membawa uang secukupnya sisa dari uang saku lebaran, alhamdulillah saya sudah terbiasa untuk tidak meminta uang saku kepada orang tua saya sejak duduk di bangku MAN dulu. Ketika tiba di Malang, saya ingat kalau motor yang saya bawa sudah waktunya ganti oli, sementara uang saya hanya cukup untuk makan 1 bulan ke depan bertepatan ketika saya sudah menerima gaji dari saya ngajar privat. Sementara oli motor urgent untuk diganti. Saya mengadu kepada Allah, “ya Allah, ni motor uda waktunya ganti oli, uda kagak enak banget, mesin cepet panas. Ya Allah, sesungguhnya engkaulah yang sudah menyiapkan rejeki untuk mengganti oli motor saya Ya Allah, saya yakin pasti ada rejekinya” tak berapa lama selang saya berkata di hati saya, ketika saya mulai ngajar di TPQ MADIN (Madrasah Diniyah) tiba-tiba ada salah satu Ustadz yang memeberikan amplop (padahal bukan waktunya pembagian sahriyah, amplop ini adalah fee ketika jadi panitia kegiatan ramadhan kemarin –katanya-), subhanallah . . . saya terperanjat dan langsung mengucapkan alhamdulillah saat itu juga, Allah memberikan rejekinya yang tak disangka-sangka, rejeki untuk mengganti oli. Saya tersenyum mengingat doa yang saya panjatkan sambil menaiki motor kemarin. Keesokan harinya langsung saya capcus ke bengkel untuk mengganti oli, alhamdulillah masih sisa dan bisa disedekahkan. Ganti oli sudah selesai, ketika saya membayar ke kasir, yang empunya bengkel bilang, “ban depan gk sekalian mbak, uda tipis tuh” saya langsung menengok dan benarlah, ban depan memang sudah sangat tipis (saya baru sadar ini). Lalu saya menggelang dan tersenyum sambil berkata, “belum dulu pak, memang berapa harga ban depan?”, kemudian bapak empunya bengkel menjawab harga ban sambil mengucapkan terima kasih.
Sambil mengendarai motor untuk kembali ke kampus, lag-lagi saya berdoa kepada Allah untuk memberikan rejeki guna mengganti ban motor depan yang harganya –bagi saya- lumayan mahal. Lalu sorenya seperti biasa, saya mengajar di TPQ MADIN, ketika saya sedang mengajar, ada sms masuk dari teman karib saya yang berbunyi, “Mbak Alhamdulillah, reward fakultas sudah keluar dalam bentu fresh money senilai xxx”. Subhanallah, betapa Allah langsung menjawab doa saya yaitu rejeki untuk mengganti ban depan motor. Reward ini saya dan tim saya dapatkan karena kemarin sempat menjuarai lomba karya tulis di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akhirnya tinggal menunggu reward diambil  di sub bagian Kemahasiswaa dan saya bisa mengganti ban depan motor saya, Alhamdulillah ... segala puji hanya untuk-Mu ya Allah.
 Setelah peristiwa beberapa hari ini, saya berpikir betapa the power of belief adalah hal yang sangat luar biasa ketika kita benar-benar yakin. Mungkin apa yang saya dapat tidaklah terlalu besar secara nominal, namun secara peristiwa, tepat sekali momentnya. Allah mengabulkan ketika kita benar-benar butuh dan yakin, yakin pasti dikabulkan, yakin pasti akan terjadi.
Sekedar share mungkin ya kepada teman-teman semua, semoga tidak dianggap riya’ atau ujub atau malah pamer.
Wallahu’alam bi shawab.

Kamis, 30 Agustus 2012

Rabu, 29 Agustus 2012

RABU, 29 AGUSTUS 2012

Menulislah, karena dengan ini orang di seberang dunia akan mengenalmu.
Menulislah, walau hanya curhatan ke-galau-an
Baca, tulis, lakukan!!!